Rezeki Allah Yang Mengatur, Manusia hanya berusaha

15 November 2017 - Kategori Blog

🌹REZEKI ALLAH YANG MENGATUR🌹

Embun Pagi Edisi 228

Rezeki Allah Yang Mengatur – Dalam sebuah Hadits, sahabat rasulullah Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan :

أَقْرَأَنِي رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (إِنِّى أَنَا الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ). رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan kepadaku (firman Allah Ta’ala, yang artinya): “Sesungguhnya Aku adalah ar-Razzâq (Maha Pemberi rizki), yang Maha Kuat lagi Maka Kokoh.” [HR Abu Dawud, at-Tirmidzi dan lain-lain]

Imam at-Tirmidzi rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits Hasan Shahîh [4]. Syaikh al-Albâni rahimahullah juga mengatakan, hadits ini shahîh matannya.[5]

Didalam Al Qur’an surat Adz dzariyat 51 : 58 Allah SWT berfirman ;

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi sangat Kokoh” [adz-Dzariyât/51:58]

Dengan demikian, ar-Razzâq adalah salah satu di antara nama Allah Azza wa Jalla yang sangat indah. Dari nama ini dapat dimengerti bahwa Allah Azza wa Jalla Maha menganugerahkan rizki kepada setiap hamba-Nya, menurut kehendak-Nya.

rezeki allah yang mengatur

RIZKI ATAS KEHENDAK ALLAH AZZA WA JALLA

.
Rezeki Allah yang Mengatur – Rezeki Allah Subhanahu wa Ta’ala ada yang bersifat duniawi dan ada yang bersifat ukhrawi. Namun semuanya berdasarkan kehendak-Nya. Baik mukmin maupun orang yg ingkar mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan rizki duniawi, bahkan binatang sekalipun. Bahkan terkadang orang yang ingkar justeru lebih banyak mendapatkan perolehan duniawi. Karena itu, jika seorang muslim hanya menitik beratkan usaha serta hidupnya untuk mendapatkan rizki duniawi serta perolehan dan sukses duniawi, maka apa bedanya ia dengan orang yang ingkar dan makhluq yang lain?

Mestinya, mencari rizki duniawi bagi seorang mukmin, tidak lepas dari konteks peribadatan kepada Allah Azza wa Jalla, sehingga yang menjadi perhatian utamanya adalah mendapatkan rizki ukhrawi serta rizki-rizki yang dapat mengantarkannya kepada kebahagiaan ukhrawi.
Sikap hidup seorang mukmin berbeda dengan sikap hidup orang-orang yang ingkar kpd Allah SWT. Orang mukmin, meskipun mendapatkan perolehan dunia dan kesenangannya, namun tidak akan ia pergunakan untuk bersenang-senang semata, dan tidak akan ia pergunakan untuk menghilangkan kebaikan-kebaikannya selama hidup di dunia. Tetapi akan ia pergunakan perolehan dunia itu untuk memperkuat diri dalam mencari bekal di akhiratnya kelak.

Di samping itu, hendaknya kaum Muslimin bersyukur kepada Allah terhadap segala rizki yang telah dianugerahkan-Nya. Antara lain dengan menginfakkan sebagian harta yang telah didapatnya itu kepada orang-orang yang membutuhkan. Baik infak yang berbentuk wajib, seperti zakat jika sudah mampu, nafkah kepada isteri, sanak famili dan serta hewan peliharaan. Maupun yang berbentuk sunat, yaitu infak tidak wajib yang diberikan di jalan-jalan kebaikan.

[metaslider id=10169]

Marilah kita semangat dalam menjemput rizqi dalam rangka mencari ridho Allah SWT dan kita dimudahkan dalam mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ingat selalu bahwa rezeki Allah yang mengatur.

semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan menolong kehidupan kita semuanya.



*Griya AlQur.an ArRahman. Purwokerto*
💙 Griya Satria Bantarsoka Blok Y 10 Rt 5/Rw 10 kel Bantarsoka Purwokerto Barat
☎ WA/Tlp: 08122739743
💚Kang Machfulyono
:💜💚💛💙💚💛💜💙💛💚

Dapatkan Diskon
Daftar newsletter