• Jam Buka Toko: 08.00 - 17.00
  • Status Order
  • Tlp: 0822-3302-8788
  • SMS/WA: 0881-667-2367
  • Line : 0822-3302-8788
  • BBM : 5E3CE496
  • tokograhamuslim@gmail.com
Terpopuler:

Apa Sih bedanya Ta’aruf Dengan Pacaran?

25 December 2016 - Kategori Blog

 

Apa Sih bedanya Ta’aruf Dengan Pacaran?

 

Ada hal yang sangat penting untuk kita ketahui, supaya kita punya pandangan yang jelas Sob, kalau Ta’aruf itu jelas beda dengan yang namanya Pacaran.

 

Oke Deh, berikut 5 ulasannya untuk pemahaman tentang ta’aruf.

1. Perintah ta’aruf ada dalam al quran, Yaitu Firman Allah.

Dalam Firman Allah SW (yang artinya), “Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu)…” (Q.S. Al Hujurat: 13)

Dalam ayat ini mengandung makna bahwa, tujuan dari semua ciptaan Allah ialah untuk saling mengenal satu sama lain. sedangkan arti ta’aruf disini adalah berkenalan. Siapapun yang akan kita kenal, dapat disebut dengan ta’aruf. Ta’aruf dianjurkan didalam islam, apalagi untuk mempererat tali persaudaraan sesama muslim. Namun, untuk taaruf lawan jenis mempunyai batasan yang diatur oleh syariat islam. seperti tidak bolehnya bercampurnya laki- laki dengan perempuan, begitu pula sebaliknya.

Bagaimana dengan pacaran? ada landasan? apakah ada di al quran dan hadist? Jawabnya tentu tidak.  Disinilah letak bedahnya.

Bisa disimpulkan, ta’aruf ialah proses perkenalan antara laki- laki dan perempuan untuk melihat kecocokan dan menempuh jalinan silaturrahmi yang sakral dan itu adalah menikah.

2. Pacaran dan Ta’aruf Sangat Berbeda

Perbedaan sebenarnya antara ta’aruf dengan pacaran adalah dari segi tujuan dan manfaat. Pacaran tujuannya tidak begitu jelas dan lebih banyak mudharatnya karena nafsu lebih dominan disana. Sedangkan Ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengenal lebih jauh calon pasangan yang nanti diharapkan menjadi pasangan hidup tempat berbagi cinta kasih yang halal.

3. Ta’aruf Mempunyai beberapa batasan

Dalam melaksanakan ta’aruf ada rambu- rambu jangan sampai kita melanggarnya, diantaranya sebagai berikut:

Hendaklah kaum mukminin dan mukminat menjaga pandangan dan kemaluannya.
Kaum perempuan hendaklah jangan melembutkan suaranya, sebab itu akan mengundang syahwat pada laki- laki.
Setiap pembicaraan hendaklah membicarakan yang bermanfaat, jangan sampai membicarakan hal- hal mengundang syahwat diantara laki- laki dan perempuan.

Dari rambu- rambu di atas, semoga anda dapat melaksanakan ta’aruf dengan apa yang anda harapkan.

Bagaimana dengan pacaran? tentu rambu-rambu itu tidak ada yang mengatur secara tegas seperti halnya ta’aruf yang diatur dalam al quran dan hadist. Aturan main dalam pacaran tergantung dari si pasangan tersebut, mereka sendiri yang membuat aturan disesuaikan dengan maunya mereka. Ini sangat berbahaya.

4. Proses Ta’aruf Sangat Mudah

Setelah mengetahui apa itu ta’aruf, selanjutnya kita harus melalui beberapa proses atau tahapan dalam melaksanakan ta’aruf. Adapun proses nya sebagai berikut :

Yang pertama yaitu Ta’aruf harus dilakukan di saat kita sudah siap menikah, karena jika melakukan ta’aruf terlalu lama. tidak menutup kemungkinan akan membuat kedua belah pihak terzholimi yang disebabkan terlalu lama menunggu.

Yang kedua adalah Ta’aruf harus dilakukan dengan penuh keyakinan dan niat meraih ridho Allah, jangan sampai ragu-ragu sebab apabila ragu-ragu hanya akan menghambat proses Ta’aruf.

Kemudian yang ketiga adalah Ta’aruf harus di bantu baik dari murabbi, orang tua, saudara dan teman. karena untuk mendapatkan calon selain mencari sendiri, namun kita juga harus di bantu, baik bantuan penunjuk arah, bantuan saran dan sebagainya.

Dalam menjalani ta’aruf tetap menjaga etika, jangan sampai terburu-buru menjatuhkan cinta, karena ta’aruf sudah berperean mengantarkan kita kepada pilihan yang terbaik.

Dalam Ta’aruf hendahklah memperhatikan poin- poin sebagai berikut :

  • Tentang budaya keluarga.
  • Rencana masa depan.
  • Visi hidup dari pasangan.

Setelah mengetahui beberapa poin itu, barulah anda mempertimbangkan. Apakah maju ke jenjang pernikahan?, atau mundur mencari kesempatan lain.

Sekarang bagaimana dengan pacaran?. Coba perhatikan, orang pacaran itu tujuannya tidak jelas, masing mengambang-ngambang. Mau nikah tapi mikir-mikir, maju mundur maju mundur, ujungnya tidak tahu. Jadi mau bagaimana merancang prosesnya, prosesnya tidak jelas.

5. Ta’aruf Menjaga Ridho Allah

Peran ta’aruf dalam mencari jodoh sangatlah bermanfaat dan berada di jalan yang benar, sangat dianjurkan, pada akhir nya tidak mengecewakan kedua belah pihak, insya Allah meraih ridho Allah.

Dalam prosesi ta’aruf kaum wanita sangat dihormati dan diistimewakan, begitu pula kaum laki- laki akan lebih mudah menjaga nafsunya sehingga tidak sampai menodai dirinya dan kaum wanita yang sudah lama menjaga kehormatannya.

Dalam berbicarapun kedua belah pihak sangat menjaga kehormatan dan syahwat sebagaimana dalam perkataan Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar): “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”

Pantaslah Ta’aruf menjadi jalan hidup kita dalam meraih ridho Allah untuk mencari pasangan hidup.

Bagaimana dengan pacaran? sepertinya hal ini tidak harus diperjelas lagi. Jelas sekali bahwa ridho Allah selalu datang sesuai dengan cara yang telah Dia ajarkan.
Semoga bermanfaat…

 

sumber : http://bit.ly/2isTXS2